Sekilas

Yayasan Indonesia Menulis Mushaf Al-Qur'an

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


GERAKAN MEMBANGUN KARAKTER MULIA LINTAS GENERASI ISLAM MELALUI BUDAYA LITERASI NASIONAL MENULIS MUSHAF AL QU’RAN DENGAN METODE FOLLOW THE LINE IQRO BIL QOLAM

Sahabat muslim dimanapun berada yang Insyaallah Allah muliakan, sebuah keniscayaan kami Yayaasan Indonesia Menulis Mushaf Al Qur’an [ YASINAMMAL ] lahir berdiri untuk ambil peran turut berkondrbusi terhadap pendidikan karakter mulia dan perjuangan Islam dalam bingkai Negara Reublik Indonesia.

Menulis Al Qur’an bukanlah hal baru di dalam sejarah perkembangan Islam. Sebelum hadir percetakan modern sekarang ini dulu Al Qur’an ditulis secara manual dengan tangan sendiri. Hampir semua sahabat, tabi’in dan ulama pada zaman itu memiliki Al Qur’an tulisan tangan sendiri.

Alasannya dilandasi atas keprihatinan Rasulullah Muhammad SAW, akan hilangnya tulisan Al Qur’an atau bercampur dengan hadits, dan sebagian sahabat penghafal Al Qur’an banyak yang syahid di medan perang.

Bagaimana cara Rasulullah mengajarkan Al Qur’an kala itu, dituturkan oleh dua orang sahabat, Utsman bin Affan dan Zaid bin Tsabit, yaitu dengan cara : 

  1. Membaca, 
  2. Mempelajari, 
  3. Memahami, 
  4. Mengamalkan, 
  5. Mensyiarkan, 
  6. Menulis Melestarikan-Nya.

Umumnya kita sudah terbiasa membaca, menghafalkan dan mengamalkannya (meski baru sebagian) namun jarang sekali  menuliskannya. Alasannya Al Qur’an sudah dicetak dan di distribusikan hampir ke seluruh dunia, mengapa pula harus susah-susah menuliskan-Nya?

Memang benar sekilas terkesan mubazir.

Namun seiring dengan perkembangan pengetahuan modern ternyata menulis (dengan berbagai gaya dan bentuk) bisa menggambarkan kepribadian seseorang dan dapat menjadi therapi gejolak kejiwaan.

Menurut Karen Baikie, seorang clinical psychologist dari University of New South Wales, menuliskan peristiwa-peristiwa traumatik, penuh tekanan serta peristiwa yang penuh emosi bisa memperbaiki kesehatan fisik dan mental. 

Apa saja manfaatnya secara umum, antara lain:

  • Refresh Your Mind (Menyegarkan Kembali Pikiran)

Setelah kita menyelesaikan apa yang kita tulis, kita pasti menghela napas panjang itu adalah tanda bahwa perasaan kita sudah mulai segar kembali dan merasa puas karena sudah menyelesaikan tulisan kita. Dan cobalah untuk membacanya sekali lagi pasti anda akan merasa lebih baik lagi.

  • Knowing yourself (Mengetahui Diri Sendiri)

Dengan anda memulai menulis secara teratur, anda akan lebih mengetahui diri anda lebih dari sebelumnya dan juga mengetahui apa karakter dan bakat yang anda punya.

  • Eliminate stress (Mengurangi Stres)

Tentunya dengan kita menulis beban perasaan kita akan terasa berkurang daripada kita hanya menyimpannya di dalam perasaan kita sendiri. kita juga bisa menghilangkan pikiran negatif yang hadir ketika perasaan stress tadi menghampiri kita.

  • Solve Your Problem (Memecahkan Masalah)

Dari semua yang telah kita tulis kita juga bisa mengambil satu titik temu dari permasalahan yang kita hadapi, kita juga bisa melihat permasalahan dengan lebih tenang, dan juga kita bisa menyelesaikan permasalahan kita dengan lebih efektif.

  • Overcome missunderstandings (Menyelesaikan Kesalah-pahaman)

Sebuah kesalah-pahaman yang tidak bisa kita selesaikan dengan perkataan bisa kita selesaikan dengan tulisan, sehingga kita dapat memberikan penjelasan yang lebih konkrit dan masuk akal jika ditambahi dengan tulisan.

Pada bagian lain –dalam ilmu grapo-therapy (therapi menulis) atau therapeutic writer—dijelaskan, bahwa tulisan seseorang menunjukkan kepribadiannya. Cara dia menarik garis lurus atau miring ke kanan atau ke kiri, bentuk tulisan bulat, segitiga atau segi empat...spasi, margin, dan seterusnya menunjukkan gejala kejiwaan atau karakter. 

Intinya TULISAN ANDA MENUNJUKKAN SIAPA DIRI ANDA. Karena itu sekolah-sekolah di Amerika mewajibkan siswa sekolah memiliki buku diary, karena dengan mereka menuliskan segala keadaan dirinya setidaknya 50% dapat menyembuhkan gejolak jiwanya. Lalu, bagaimanakah jika yang dituliskannya itu AL-QUR’AN, 30 JUZ? Apakah benar dapat menjadi therapy dan memperbaiki karakter seseorang?

Demikian kehadiran metode Iqro bilqolam di empat daerah tsb adalah bagian dari upaya kita untuk membumikan Al-Quran secara efektif dan komprehensif melalui gerakan One Moslem One Qur’an; berbasis 6 M ;

  • Membaca, 
  • Mempelajari, 
  • Memahami, 
  • Mengamalkan,
  • Mensyiarkan, 
  • Menulis / melestarikan Al-Quran, menuju Indonesia berperadaban Qur'ani.

Visinya adalah Menuju Nusantara berperadaban Qur'ani, dan Misinya adalah membangun, membina dan meningkatkan kesadaran umat Islam yang berada di berbagai wilayah Nusantara akan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Al-Quran dalam berbagai sendi kehidupan.

Membangun, membina dan meningkatkan kesadaran umat Islam di Indonesia melalui kemampuan menulis Al-Quran dengan metode iqro bil-qolam (follow the line) untuk menjadi budaya dan terapi kehidupan. 

Menulis Al-Quran sesungguhnya adalah MENULIS MUKJIZAT. Rangkaian huruf-hurufnya dijaga oleh malaikat, menuliskannya ibarat kita memasuki sebuah ruang cahaya, dimana tiap-tiap kita merangkai kata, kalimat dan surat itu, sungguh kita sedang memintal cahaya, dan jika batin kita berdoa dengan ikhlas dan sabar pada saat menuliskannya, maka malaikat penjaga huruf itu pun melesat berkali-kali lipat kecepatan cahaya untuk menghantarkan doa kita kepada Robbul ‘Izzah di Arasy Yang Maha Luhur, Alloh SWT. 

Menulis Qur’an ibarat kita memasuki ruang khusus Illahiyah, berdialog dengan Alloh dalam bingkai surah persurah yang berma’na pengingatan, pembelajaran, perintah, larangan, kisah kenabian, permisalan, oase kehidupan, sunatullah, qodar Alloh, pensucian diri, pengharapan, pengagungan, hakikat kehambaan, keta’atan, ikhtiar dan hukum kehidupan.

Berbahagialah para penulis Al-Quran, sungguh ia sedang memasuki gerbang keluhuran, berinteraksi secara batin dengan Sang Maha Penguasa Alam, dalam bingkai firmanNya... Bacalah, dan Robbmu lah Yang Maha Agung Yang telah mengajarkan manusia melalui perantaraan qolam (tulisan) Yang (dengan qolam itu) Allah mengajarkan manusia tentang sesuatu {yang semula} tidak diketahuinya (QS.Al-‘Alaq : 3-5).

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

PIMPINAN UMUM NASIONAL,

Yayasan Indonesia Menulis Mushaf Al Qur’an

WILADATIKA SQUARE
Jl. Jambore No. 01
Cibubur, Jakarta Timur 
Jakarta, Indonesia 13720
Email : info@mushafindonesia.id

0812 3456 0172

© 2021 | YASINAMMAL. All Rights Reserved
cross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram